Showing posts with label Intel. Show all posts
Showing posts with label Intel. Show all posts
Acer Swift 7, Laptop Tertipis di Dunia

Acer Swift 7, Laptop Tertipis di Dunia

Acer Swift 7, laptop tertipis di dunia yang bahkan mengalahkan tipisnya MacBook. Acer Swift 7 ini memiliki tebal hanya 9,8mm atau tidak sampai 1cm, sedangkan MacBook tebalnya 14mm. Walaupun dengan ketebalan yang sangat rendah, Acer tidak main-main dengan spesifikasinya. Memang seharusnya laptop tipis dilengkapi dengan komponen yang tipis.

Swift 7 menggunakan prosesor intel core i5 generasi ke-6 atau KabyLake. Prosesornya pun menggunakan seri Y, yang tentunya sangat hemat energi dengan TDP hanya 4,5 Watt berbanding 15 Watt pata seri U. Gpu menggunakan intel HD Graphics bawaan prosesor, yaitu intel HD Graphics 615. Keluaran dari GPU ini adalah monitor berbentang 13,3 inci dengan resolusi FullHD (1920 x 1080). Layar ini menggunakan panel IPS dengan dilengkapi Corning Gorilla Glass.

Swift 7 menggunakan memori RAM sebesar 8GB dengan media penyimpanan berupa SSD berkapasitas 256GB. Selain itu, Swift 7 memiliki 2 buah port USB 3.1 Type-C untuk Input-Output. Ada juga sebuh port Headphone Jack didekat port USB. Swift 7 ini tidak menggunakan pendingin berupa kipas, namun dengan pendingin pasif.

Walaupun tipis, Acer tidak memangkas baterainya dan menjammin bahwa Swift 7 ini dapat bertahan hingga 9 jam pemakaian. Pada bulan September ini Swift 7 akan dijual di China dan diteruskan ke Amerika dan Eropa pada bulan Oktober dengan harga 999 USD.
Laptop Hybrid Acer Switch Alpha 12 Gunakan Skylake

Laptop Hybrid Acer Switch Alpha 12 Gunakan Skylake


Pada umumnya, laptop hybrid menggunakan prosesor mobile yang hemat energi karena bentuk tubuhnya harus ramping. Namun, Acer hendak memangkas tren tersebut dengan merilis sebuah laptop hybrid dengan prosesor yang mumpuni.

Switch Alpha 12, begitulah Acer menamainya. Switch Alpha 12 ini menggunakan prosesor Intel Core-i generasi ke-6 atau disebut Skylake. Prosesor yang terdapat di Switch Alpha 12 ini meliputi Core i3, Core i5, dan Core i7. Namun, hal ini tidak membuat Switch Alpha 12 menjadi gemuk. Berat Switch Alpha 12 hanya 1,2kg dengan tebal 15,85mm dan menjadi 900 gram saat menjadi tablet dengan ketebalan 9,5mm.

Untuk memorinya, Acer menyematkan RAM sebesar 4GB atau 8GB dan media penyimpanan internal berupa SSD mulai 128GB hingga 512GB. Switch Alpha 12 juga telah mendukung konektifitas USB 3.1 Type-C.

Karena laptop ini hybrid (bisa dijadikan tablet), maka syarat utamanya adalah layar sentuh. Switch Alpha 12 menggunakan layar sentuh dengan resolusi 2160 x 1440. Switch Alpha 12 memiliki pendingin yang sangat efektif. Pendingin ini bukan berupa kipas, tetapi liquid cooling system.

Sistem pendingin cair yang bernama LiquidLoop ini tidak menggunakan radiator untuk membuang panas. Namun, panas yang dihasilkan kembali dimanfaatkan untuk menggerakan sistem pendingin. Dengan sistem pendingin ini, pihak Acer mengklaim tidak akan ada penurunan kinerja secara paksa yang biasa terjadi karena perangkat mengalami panas berlebih.

Switch Alpha 12 menggunakan sistem operasi terbaru dari Microsoft, yaitu Windows 10. Di Amerika, Switch Aplha 12 akan dijual mulai Juni mendatang dengan harga mulai $599 atau sekitar Rp7,8 juta.

Up Board, Bentuk Raspberry Pi Berotak Intel

Up Board, Bentuk Raspberry Pi Berotak Intel


Up Board

Pre-Order untuk Up Board telah dibuka. Up-Board adalah Single Board Computer yang bentuknya mirip dengan Raspberry Pi Model B+, dan Raspberry Pi 2 serta 3 Model B. Bedanya, Up-Board ini menggunakan chipset intel, bukan ARM.

Up Board menggunakan SoC (System on Chip) dari intel dengan prosesor Intel Atom x5-z8350 dan pengolah grafis Intel HD 400. Prosesor ini memiliki 4 inti (quad-core) dengan frekuensi 1,44 GHz hingga 1,92 GHz. Lebih besar jika dibandingkan Atom Z3735f yang digunakan pada Intel Compute Stick versi pertama.

Up Board dijual dengan beberapa versi, diantaranya dengan RAM sebesar 2GB atau 4GB, dan memori penyimpanan berupa eMMC sebesar 16GB atau 32GB. Seperti Raspberry Pi, Up Board juga memiliki 4 port USB 2.0, sebuah port Gigabit Ethernet dengan konektor RJ45, dan 40 pin GPIO (General Purpose Input/Output).

Up Board memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan Raspberry Pi, yaitu tersedianya pin untuk RTC battery atau baterai CMOS, tambahan pin untuk USB 2.0, power pin header, dan USB 3.0 OTG. Namun, dari beberapa kelebihan tersebut, ada satu port yang tidak ada di Up-Board jika dibandingkan dengan Raspberry Pi. Port ini adalah Minijack 3,5mm.


Raspberry Pi 2 Model B

Di Raspberry Pi Model B+ dan selanjutnya, konektor ini dapat digunakan sebagai output audio sekaligus output video yang bisa disambungkan ke TV CRT atau biasa disebut TV tabung dan perangkat lain yang mendukung. Jadi, untuk menghubungkan Up-Board ke monitor, hanya ada port HDMI dan DSI (Display Serial Interface). DSI ini telah digabung dengan port eDP.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi up-board.org. Up-Board telah dijual dengan pre-order di up-shop.org dengan harga mulai $99. Barang akan tersedia dan dikirim pada tanggal 29 April 2016.